JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 43,40 poin atau 0,69 persen ke level 6.363,01 pada sesi pertama perdagangan Rabu (5/8/2026). Indeks dibuka di level 6.338,59 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.367,82 serta terendah 6.316,10 sepanjang sesi berjalan.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 7,88 triliun dengan volume perdagangan 20,66 miliar saham. Sebanyak 436 saham naik, 179 saham turun, dan 172 saham lainnya stagnan.
Defisit Neraca Dagang dan Rilis PDB Jadi Perhatian Investor
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG terjadi di tengah kehati-hatian investor. Indonesia kembali mencatat defisit neraca perdagangan pada Juni 2026, dipicu lonjakan impor minyak mentah.
Pelaku pasar juga menunggu rilis produk domestik bruto (PDB) kuartal II 2026 yang dijadwalkan pada Rabu (5/8/2026). Pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama diperkirakan melambat dibandingkan kuartal I 2026 yang tumbuh 5,6 persen secara tahunan.
Inflasi Terendah Tiga Bulan Topang Rupiah
Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai masih relatif terbatas. Kondisi tersebut ditopang inflasi Juli 2026 yang naik menjadi 2,88 persen, level terendah dalam tiga bulan terakhir.
Perhatian pasar juga tertuju pada proses pemilihan Gubernur Bank Indonesia yang baru, menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo.
Proyeksi Teknikal: Support 6.130, Resistance 6.260
Tim Pilarmas menambahkan, ruang penguatan IHSG masih terbuka meski pergerakannya diperkirakan terbatas.
"Berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance antara 6.130-6.260," kata tim riset tersebut.
Saham Bank dan Komoditas Dominasi Transaksi
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penopang penguatan IHSG pada sesi pertama. Saham sektor perbankan dan komoditas mendominasi transaksi, dengan BBCA, BBRI, BMRI, ANTM, dan AMMN yang paling aktif diperdagangkan.