Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp17.689 per Dolar AS Usai Aksi Mahasiswa Melandai

Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp17.689 per Dolar AS Usai Aksi Mahasiswa Melandai
Nilai tukar rupiah menguat 0,31 persen ke posisi Rp17.689 per dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini.

BISNISTERKINI.COM — Berdasarkan data Bloomberg, penguatan 0,31 persen tersebut membalikkan posisi rupiah dari penutupan perdagangan sebelumnya di angka Rp17.774 per dolar AS. Meski demikian, analis memperkirakan laju apresiasi masih akan tertahan oleh sikap investor yang menunggu arahan kebijakan moneter global.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai sentimen domestik menjadi katalis utama pergerakan pagi ini. "Rupiah menguat terhadap dolar AS menyusul berakhirnya demo mahasiswa kemarin," ujarnya kepada Suara.com.

Katalis Penguatan dan Batas Atas Pergerakan Rupiah

Lukman menjelaskan, meredanya tensi aksi demonstrasi mengurangi tekanan psikologis di pasar keuangan dalam negeri. Namun, ruang penguatan rupiah dinilai terbatas karena pelaku pasar cenderung wait and see menjelang pidato pejabat Federal Reserve, Warsh, dalam forum Jackson Hole yang membahas prospek ekonomi Indonesia.

"Pergerakan rupiah ada di kisaran Rp17.700-Rp17.800," jelasnya, mengindikasikan potensi konsolidasi dalam rentang sempit hingga ada kepastian arah kebijakan suku bunga acuan AS.

Kinerja Mata Uang Asia: Won Memimpin, Peso Tertekan

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang bergerak dua arah. Won Korea Selatan mencatat penguatan tertinggi setelah melonjak 0,34 persen terhadap greenback, diikuti dolar Taiwan yang terkerek 0,23 persen dan ringgit Malaysia yang menanjak 0,14 persen. Dolar Singapura juga menguat tipis 0,06 persen.

Di sisi lain, tekanan jual terbesar dialami peso Filipina yang anjlok 0,51 persen, menjadikannya mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia. Baht Thailand tertekan 0,22 persen, sementara yen Jepang terkoreksi 0,03 persen. Yuan China dan dolar Hong Kong masing-masing melemah tipis 0,02 persen dan 0,01 persen pada pembukaan pagi ini.

Investasi mengandung risiko.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index