BISNISTERKINI.COM — Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat pemulihan akses Jembatan Aih Bobo di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang terputus akibat luapan sungai setelah hujan berintensitas tinggi selama enam hari sejak 9 September 2026. Banjir kali ini menjadi kejadian ketiga di kawasan yang sama, setelah bencana hidrometeorologi pada November 2025 dan kerusakan jembatan sementara pada Juni 2026. Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan keselamatan warga dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas penanganan.
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mengerahkan personel dan alat berat untuk membersihkan sisa puing jembatan sementara di Jembatan Aih Bobo. Material yang dibersihkan mencakup gorong-gorong pipa baja atau Armco yang tersangkut aliran sungai.
Tim juga memasang area pembatas dengan safety line di sekitar lokasi. Selama penanganan berlangsung, warga setempat menggunakan jembatan kayu sebagai akses penyeberangan sementara.
Tujuh Titik Longsor di Ruas Blangkejeren–Batas Gayo Lues
Selain jembatan, Kementerian PU memulihkan akses ruas Jalan Nasional Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara yang tertutup longsoran di tujuh tempat. Rinciannya, satu lokasi di kawasan Meloak, empat lokasi di Durin Daun, dan dua lokasi di kawasan Air Panas.
BPJN Aceh bersama penyedia jasa Hutama Karya dan masyarakat setempat menangani material longsor menggunakan ekskavator, wheel loader, dan backhoe loader.
Sabo Dam DAS Tamiang Ditargetkan Berfungsi dalam 3–4 Pekan
Untuk memperkuat pengendalian sedimen akibat banjir, Kementerian PU membangun sabo dam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Pekerjaan itu ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 3–4 minggu.
Dengan target tersebut, bangunan dapat difungsikan meskipun seluruh pekerjaan belum selesai. Pekerjaan yang tersisa meliputi pembangunan sayap kanan dan kiri serta penambahan tinggi badan sabo dam.
Ketersediaan material semen menjadi salah satu kendala di lapangan. Kendala itu berpotensi memengaruhi jadwal penyelesaian pekerjaan.
Jembatan Aih Bobo Terdampak Tiga Kali dalam Setahun
Luapan sungai kembali memutus akses jalan penghubung sementara pada eksisting Jembatan Aih Bobo. Kawasan tersebut sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
Pada Juni 2026, jembatan sementara di lokasi yang sama kembali mengalami kerusakan. Pola kejadian berulang ini menunjukkan kerentanan kawasan terhadap banjir dan aliran sedimen dari hulu sungai.
Jalan dan Jembatan Dinilai Kunci Pemulihan Ekonomi
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan akses jalan dan jembatan memiliki peran strategis untuk mendukung pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat.
"Karena itu, kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami," kata Dody dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Penanganan di Gayo Lues menyasar dua hal sekaligus: pemulihan konektivitas jalan nasional dan pengendalian sedimen di hulu. Kombinasi keduanya dinilai menentukan apakah kawasan itu kembali terisolasi pada musim hujan berikutnya.