Rute Baru AmaMelodia: Susuri Sungai Magdalena, Singgah ke Usiacurí

Rute Baru AmaMelodia: Susuri Sungai Magdalena, Singgah ke Usiacurí

BISNISTERKINI.COM — Kapal AmaMelodia membuka rute baru menyusuri Sungai Magdalena dari Cartagena ke Barranquilla, melintasi perairan yang enam dekade sepi kapal penumpang. Pelayaran ini singgah di kota-kota perajin seperti Usiacurí, Mompox, dan Santa Barbara de Pinto. Penumpang diajak belajar anyaman palem iraca dan kerajinan filigri perak langsung dari tangan pengrajin setempat.

AmaWaterways meluncurkan itinerary baru di Kolombia lewat kapal AmaMelodia. Rute Cartagena–Barranquilla ini istimewa karena kapal penumpang sudah tidak lagi melintasi perairan tersebut sejak era kapal uap berakhir sekitar 60 tahun lalu.

Kapal berbentuk rendah menyerupai tongkang melaju pelan di atas air sungai yang keruh. Sepanjang perjalanan, kapal penumpang lain yang berpapasan hanya AmaMagdalena, kapal saudara dari armada yang sama.

Jejak Sastra dan Kota Perajin di Tepi Sungai

Rute ini membawa penumpang menyusuri lanskap yang pernah diabadikan Gabriel García Márquez dalam novel Love in the Time of Cholera. Babak akhir novel itu menggambarkan masa surutnya perjalanan sungai romantis pada 1930-an, sekaligus komunitas warga Kolombia yang ditinggalkan di tepiannya.

Pemandu kapal, Eric, Camila, dan Mateo, semuanya warga Kolombia, mendampingi tamu selama tur. Mereka menjembatani komunikasi dan sering menerjemahkan bagi warga lokal di kota-kota persinggahan seperti Palenque dan Calamar.

Usiacurí dan Anyaman Palem Iraca

Usiacurí berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Barranquilla. Di kota ini, perajin palem iraca menghasilkan tas, keranjang, kipas, hingga anting dan kalung, baik saat ada wisatawan mancanegara maupun tidak.

Untuk mengolah palem iraca, perajin merendam helai yang sudah dipotong dan dikeringkan ke air mendidih. Mereka perlahan menambahkan pigmen bubuk hingga warna yang diinginkan tercapai, lalu menyiramnya dengan air dingin dan menjemurnya.

Salah satu instruktur, Jair Palma, mengajarkan teknik menganyam kepada penumpang. Ia berkeliling memperbaiki kesalahan, lalu menggulung hasil anyaman menjadi cincin yang diselipkan ke jari pembuatnya.

Mompox dan Kerajinan Filigri Perak

Mompox menyandang status UNESCO dan tetap jadi tujuan favorit wisatawan domestik. Di kota ini, bengkel-bengkel kerajinan menjaga variasi Kolombia dari filigri, teknik memilin benang perak dan emas menjadi formasi seperti renda.

Proses pembuatannya menahan pilinan logam dengan nyala obor. Di bawah langit terbuka sebuah halaman beratap hammock, penumpang bisa mencoba menyolder liontin berbentuk hati.

Dalam perjalanan menuju Mompox, penumpang menyaksikan nelayan menebar jaring raksasa secara serempak. Gerakan mereka seperti tarian di atas sungai.

Santa Barbara de Pinto dan Musik Cumbia

Awalnya, salah satu pendiri AmaWaterways, Rudi Schreiner, berencana memasukkan El Banco ke itinerary. Kota itu dikenal sebagai ibu kota cumbia, musik rakyat perkusif Kolombia.

Namun tikungan Sungai Magdalena menuju desa tepi sungai itu terlalu sulit dilewati, sehingga El Banco dicoret dari rute. Sebagai gantinya, sekelompok penampil cumbia naik bus dan datang ke kapal membawa drum buatan tangan.

Mereka membawa tambora, drum bass dua sisi yang kekar, serta tambor alegre yang lebih ramping dan tegak. Keduanya ditabuh untuk demonstrasi musik bagi penumpang.

Sebagai pengganti El Banco, AmaWaterways menambah persinggahan di Santa Barbara de Pinto. Desa nelayan sederhana ini memerlukan pembangunan dermaga baru agar AmaMelodia bisa bersandar.

Beno Atan, managing director Ama untuk Kolombia, pertama kali datang ke sini untuk sekadar minum kopi. Ia kemudian berlama-lama karena tertarik pada perajin yang menggulung tembakau dan menenun jaring ikan.

Atan banyak menghabiskan waktu di desa itu, membantu para perajin menentukan harga barang untuk kapal yang nantinya ia bawa ke sana. Saat penulis menunjukkan rokok gulung tangan yang dibeli dari seorang pedagang, delapan batang seharga USD 5, Atan tertawa mengingat negosiasi harga sebelumnya.

Mengapa Rute Ini Penting bagi Wisatawan

Pelayaran AmaMelodia membuka akses mudah bagi wisatawan ke perajin Usiacurí dan kota-kota kerajinan lain di sepanjang Magdalena. Perjalanan ini menghubungkan tamu dari luar dengan komunitas yang selama ini hidup jauh dari jalur wisata internasional.

Bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda dari rute sungai Eropa seperti Danube atau Rhine, Magdalena menawarkan suasana lain. Lalu lintas kapalnya sepi, dan interaksi dengan warga lokal jadi bagian utama dari perjalanan.

Durasi ideal untuk menikmati seluruh rangkaian pelayaran ini adalah mengikuti itinerary penuh dari Cartagena hingga Barranquilla. Informasi jadwal dan tarif terkini dapat dikonfirmasi langsung melalui AmaWaterways atau agen perjalanan resmi mereka.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index